Warga sekitar Muntilan Magelang, Jawa Tengah menyebutnya Jemunak, sejenis bubur kenyal manis. Bubur ini hanya muncul setahun sekali yakni saat bulan puasa datang. Makanan ini merebak di beberapa warung serta penjual dadakan di sela-sela waktu Ngabuburit atau menjelang buka puasa di Magelang dan sekitarnya.
Rasanya yang manis dari cairan gulanya yang disebut ‘kinco’ sekaligus gurih dari adonannya yang terbuat dari terigu ketela dan ketan, membuat jajanan ini digemari karena segera mengembalikan stamina tubuh setelah seharian berpuasa.
emunak dibuat dari bahan dasar ketela, beras ketan, gula merah dan kelapa. Cara membuatnya sederhana, namun membutuhkan kesabaran dan ketelatenan dalam proses pembuatannya. Awalnya, beras ketan dan ketela setelah diparut (dihaluskan) dimasak dalam tempat yang berbeda. Setelah dirasa setengah matang, kedua bahan itu dicampur dan ditumpuk hingga lembut. Lalu, dimasak lagi hingga keduanya benar-benar matang dan siap saji.
Makanan itu lantas disajikan dengan siraman gula merah dan parutan kelapa di atasnya. Kenyal, manis dan gurih. Demikian rasa makanan itu terasa di lidah saat mengecapnya.
Selintas, rasa Jemunak mirip kue lupis yang biasa dihidangkan bersama cenil atau klanthing dan bubur Madura. Sama dengan Jemunak, kedua jajanan itu juga dihidangkan dengan gula jawa dan parutan kelapa. Bedanya, Jemunak tak selunak lupis saat digigit.
Tak hanya dibuat saat Ramadan tiba, di Muntilan atau bahkan di Magelang, Jemunak dulu awalnya hanya dibuat di satu tempat, yakni rumah Mbah Mulyodinomo di Dusun Karaharjan, Desa Gunung Pring Muntilan, Magelang. Secara turun temurun, keluarga kakek berusia sekitar 75 tahun itu mewarisi keahlian membuat jemunak dari kakek buyutnya.
Kini, Jemunak sudah dibuat di beberapa tempat tidak hanya di Mbah Mulyodinomo di Dusun Karaharjan Desa Gunung Pring Muntilan, Magelang tetapi karena cita rasa makanan ini tinggi namun penyajian dan penampilannya sederhana membuat warga sekitar Magelang selalu teringat Jemunak jika saat Ramadhan tiba.
Mereka seolah-olah secara serempak membuat hidangan khas ini dan menjajakannya di beberapa warung dan lapak kagetan di pinggir jalan jika menjelang waktu berbuka.